Firaun & Malik dalam Quran

October 18th, 2005 by huget

MetroTV 16 Oktober 2005, waktu sahur.
Pak Quraish membahas surah Al Haaqqah. Dan ketika membahas ayat ke 9, dibahas pula mengenai Firaun.

Al Haaqqah (69:9): Dan telah datang Firaun dan orang-orang
yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan
karena kesalahan yang besar.

Firaun adalah sebutan untuk raja di Mesir. Nah menariknya, Quran tidak menyebut semua raja-raja Mesir itu dengan sebutan Firaun.

Untuk raja Mesir pada zaman nabi Yusuf AS, Quran menyebutnya sebagai Malik (raja / penguasa).

Yusuf (12:43): Raja berkata (kepada orang-orang
terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor
sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang
kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya
yang kering." Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku
tentang takbir mimpiku itu jika kamu dapat menakbirkan mimpi."

Sedangkan raja Mesir pada zaman nabi Musa AS, Quran menyebutnya dengan Firaun.

Yunus (10:18) "Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas."

Nah kenapa bisa berbeda?
Pak Quraish membahasnya.

Menurut sebagian ulama, Mesir itu pernah dikuasai oleh bangsa non
Mesir, yaitu bangsa Heksos. Nah nabi Yusuf itu katanya hidup pada zaman
bangsa Heksos berkuasa, sedangkan nabi Musa hidup pada zaman bangsa
Mesir / pribumi berkuasa.


Nah,
begitu mendengar hal itu, langsung deh otak saya muter kenceng (emang
dari tadi udah muter, tapi ga pusing koq! :D) dan menggumam "wah
sepertinya ga gitu deh". Tidak terlalu signifikan sehingga dibedakan
cuma berdasarkan bangsanya saja. Kalo sebutan raja Mesir pada zaman bangsa Heksos
adalah "X", maka disebutkan "X", bukan "Malik", jadi setara dgn sebutan
"Firaun" untuk raja Mesir pada zaman bangsa Mesir pribumi pada masa nabi Musa. Pasti ada penjelasan yg lebih kena daripada ini,
masa’ Allah memakai kata itu tidak berdasar kuat?

Menurut saya, raja Mesir / Firaun pada zaman nabi Yusuf itu adalah
seorang raja / Firaun yg baik (adil, bijak, dll) sehingga berkuasa baik
de jure dan de facto,
yaitu berkuasa sampai ke relung hati rakyatnya. Maka dari itu Allah
menamainya dalam Quran dgn Malik, yaitu penguasa/raja, sebenar2nya.
Sedangkan pada masa nabi Musa, raja Mesir / Firaun yg berkuasa adalah
raja / Firaun yg zhalim (tidak adil, tidak bijak, dll) sehingga
kekuasaannya hanya sampai pada legitimasi, tidak sampai ke relung hati
rakyatnya secara keseluruhan, dengan kata lain, kekuasaannya hanya de jure,
jika ada kesempatan maka sebagian rakyatnya akan memberontak alias
tidak mau dikuasai. Maka Allah menamainya dalam Quran dgn nama jabatan
yg diberikan manusia, Firaun, bukan kata esensi seperti Malik.


Setelah saya sempat berpikir demikian, pak Quraish yg tetap berbicara,
melanjutkan. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa kata Malik digunakan
utk raja Mesir pada zaman nabi Yusuf karena raja tersebut adalah raja
yg baik, sedangkan kata Firaun dipakai utk raja Mesir pada zaman nabi
Musa itu karena raja / Firaun tersebut adalah raja yg zholim.
[ Mungkin karena terbatasnya waktu, maka pembahasan perbedaan itu cuma sekian saja dari pak Quraish ]

Koq bisa ya!

Pada buku karangan Quraish Shihab, "Membumikan Al-Quran", ada hal yg menarik.
Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan
sinonimnya/makna yang dikandungnya:

  • Al-harts dan al-zira’ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
  • Al-’ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh),
    masing-masing 27 kali;
  • Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati
    [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
  • Al-Qur’an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan
    Islam), masing-masing 70 kali;
  • Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49
    kali;
  • Al-jahr dan al-’alaniyah (nyata), masing-masing 16
    kali.

Wah, Al-aql itu disamakan dgn An-nur !!!

Jadi, apa kesimpulan pembaca nih?


In Harmonia Progressio

 

Tangan Dingin?

October 17th, 2005 by huget
Bukan karena pegang es batu!
Ketika hendak membuka pintu belakang mobil Kijang, agak susah dibuka
oleh bapak. Ya maklum lah, setelah rusak dan diperbaiki. Maklum mobil
tua. Kemudian saya datang dan dgn biasa, langsung bisa membuka pintu
itu. Dan kemudian ada masalah dgn kaca jendela yg tidak bisa ditutup,
ternyata karena karetnya tergeser oleh kaca jendela. Kemudian dgn
bapak, saya kembalikan seperti semula sehingga kaca jendela bisa
ditutup kembali. Dan saya menemukan sesuatu dan saya bilang ke bapak
bahwa lis besi pinggiran kaca jendela itu tertukar dgn jendela yg lain
sehingga ujungnya tidak cocok mengakibatkan tergesernya karet. Dan
setelah itu ibu saya mengatakan bahwa tangan saya ini dingin. Bertangan
dingin?

Hari Jumat kemarin saya membantu suatu baitulmaal menyelesaikan soal
software akuntansinya. Yg membuat softwarenya itu teman saya, saya
hanya mengkoordinasikan dan membantu. Nah pada hari Jumat kemarin, ada
masalah dalam tutup bukunya. Teman saya itu sudah memperbaiki kemudian
mengirimkannya lewat email ke saya. Ketika saya instal, ternyata tidak
juga berjalan baik, dan teman saya juga bingung karena di tempatnya
bisa berjalan dgn baik. Saya menduga karena telah di-scan antivirus.
Dgn sedikit mikir, saya proses databasenya dgn backup. Dan -
alhamdulillah - masalah utama terselesaikan. Untuk keseluruhan, tetap
saja perlu instal software yg benar dari teman saya itu.

Jadi teringat juga beberapa tahun lalu ketika bersama teman2 ada
kerjaan dgn perusahaan asing dalam proyek jaringan biologi tropis antar
beberapa PTN dgn ditjen dikti & Biotrop SEAMEO. Teman saya bilang
bahwa proyek itu "time critical", tetapi kami melaluinya malah tidak
seperti itu. Malah seperti belajar & jalan2. Sempat sekian hari
pulang malam untuk mengejar deadline setting server dll, tetapi hal itu
dirasakan biasa saja, ibarat pulang larut sehabis jalan2. Dan semuanya
pun telah terkerjakan dgn baik.

Sebenarnya, bukan saya bertangan dingin, tetapi ada katak memikul
kerbau, eh lho koq jadi pantun SD? Tetapi
perasaan saya sedang tenang dan tidak ada beban, sehingga semua masalah
bisa ditemukan jalan keluarnya, bahkan dengan cepat.

Hehehe, bukan berarti saya tidak pernah "stress" lho ya!

Ibarat prosesor dalam komputer. Jika dibanjiri dgn data tanpa ada
kemampuan khusus menghadapinya, maka jelas akan membuat prosesor itu
"hang". Untuk itu perlu lah ada manajemen data sehingga prosesor dapat
menerima jumlah data yang sesuai spesifikasinya sehingga bisa memproses
data tersebut dgn baik.

Bisa jadi komputer yg hebat itu bukan pada kemampuan prosesornya yg
lebih hebat, tetapi kemampuan pemrosesan datanya sehingga seluruh data
bisa diproses dgn sangat baik tanpa ada yg "hang".

Ada banyak pengetahuan yg terserak mulai dari petunjuk Tuhan sampai
hasil belajar manusia. Mulai dari sembahyang/sholat yang menuntun kita
lebih tenang & fokus serta berpikir jernih tentang tujuan ke depan,
sampai metode "mind management" dalam psikologi.

Sekian tahun lolos, eh lulus….

October 10th, 2005 by huget
Wisudahv23Sekian tahun sudah ku lolos dari
perguruan tinggi meraih strata 1. 7 Oktober hari wisudaku. Ku termasuk
yg lebih lambat menyelesaikan sekolah. Mungkin ku termasuk yg malas
& bodoh, ya? Yah, akhirnya lolos juga sekolahnya.

Bersamaku adalah sisa2 dari temanku seangkatan. Padahal mereka telah
menyelesaikan mata kuliahnya cukup tepat waktu, hanya saja lambat dalam
menyelesaikan Tugas Akhirnya. Sepertinya memang bukan faktor kebodohan,
tetapi faktor konsentrasi saja, ya? Salah satu temanku itu ternyata
sudah bekerja atau mengerjakan sesuatu di luar kampusnya, sehingga
TA-nya itu seperti terabaikan. Hihihi, jadi teringat ketika ku masih
dalam proyek temanku, diberitahu bahwa pembimbingku akan ke LN dalam 6
bulan, wah harus kembali ke TA-ku yg kutinggal sebelum beliau
berangkat! (^_^)

Jadi teringat tahun ini (2005) ada pemberitaan mahasiswi termuda yg
masuk FK UGM
. Termuda! Menyelesaikan SD, SLTP,
& SLTA masing2 lebih cepat daripada waktu normal. Ya karena
ada kelas percepatan atau ada hal lain. Usia 14 tahun. Mungkin menjadi
dokter dalam usia 20 tahun, wow! Membuat kagum, dan bertanya, "kenapa
ku tak bisa sepertinya?". Kemudian ada temanku seangkatan yg menonton
suatu acara TV bercerita tentang ekspansi bisnis Ir Ciputra dalam usia
yg lanjut saat ini. Dan katanya, Ir Ciputra menyelesaikan sarjana
strata 1-nya menjelang usia 3 dekade! Dan teringat pula dgn Ir Sarwono
Kusumaatmaja yg menyelesaikan sarjana strata 1-nya dalam waktu 11
tahun! Apakah si mbak muda itu bisa seperti mereka ya? Bisa lebih
hebat? Masih ada waktu utk membuktikannya.
My opinion: efficiency doesn’t make effectiveness. Two things different. (^_^)

Ku sempat tertidur di acara wisuda itu. Hehehe, that’s me!
Screensavings. (^_^). Tali topi Toga biru segi empat [yg biasanya di
tempat lain berwarna hitam bersegi lima] langsung disampirkan ke
belakang oleh masing2 wisudawan/wati sendiri [yg mungkin di tempat lain
dilakukan oleh Dekan/Rektor utk para wisudawan/watinya]. Dan kemudian
berbaris utk menerima map ijazah yg diserahkan oleh Dekan didampingi
ketua Jurusan. Hei, saya lolos eh lulus? Hmmm.

Jadi teringat sidang Tugas Akhirku. Lancar2 saja sampai ada satu yg
kurang bisa aku jawab, dan langsung menjadi bulan2an pertanyaan. Dan
akhirnya menjadi tugas tambahan bagiku untuk mencari jawaban tentang
hal yg dipertanyakan itu. Dikatakan bahwa tugas ini mempengaruhi nilai
TA-ku. Dan langsung aku ke lab mencari jawaban itu di Internet. Dan
setelah mendapatkannya ku menuju lab tempat salah satu pengujiku, Dr Ir
Sarwono Sutikno. Dan setelah semua pertanyaan beliau kujawab semua,
beliau berkata bahwa menjadi sarjana itu bukan berarti tahu semuanya,
tetapi mampu mencaritahu. Wah, OS [Orientasi Studi] terakhir ku sebelum
lulus kah?

Dan teringatku pada halaman depan buku TA-ku, yg kuisi dgn dua bagian kalimat2 penting.

"I don’t know what I may seem to the
world, but, as to myself, I seem to have been only like a boy playing
on the sea shore, and diverting myself in now and then finding a
smoother peeble or a prettier shell than ordinary, whilst the great
ocean of truth lay all undiscovered before me.
"
(Sir Isaac Newton)

"Katakanlah: Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis
(ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan
sebanyak itu (pula).
"
(Al Kahfi 18:109)

In Harmonia Progressio!

September 27th, 2005 by huget

Sepekan kemarin, batuk2 disertai sedikit demam, lemas, dan pusing.
Dimulai di akhir pekan sebelumnya ketika terasa tenggorokan sangat
tidak enak, seperti selalu ingin minum tetapi tidak haus. Setelah tidur
semalam, keesokan pagi harinya tidak begitu terasa lagi di tenggorokan,
tetapi ternyata banyak riak kental dan tidak bening. Wah pertanda sakit
nih! Dan dimulailah hari2 sakit yg harus dihadapi, entah kapan akan
sembuh.

Walau sedikit demam, lemas, & pusing, tetap saja merasa harus
masuk karena ada pekerjaan yg harus ditinggalkan. Kalau diberikan
kepada orang lain, ya butuh waktu lama untuk bisa melanjutkan, maklum
tim kerja di kantor masih kecil, namanya juga wirausaha pemula.

Hari demi hari tetap dibiasakan masuk. Paling2 dibantu jamu buatan
ibunda tercinta [dan surgaMu ada di telapaknya] dan istirahat tidur setelah pulang kerja di malam hari.
Tersadar pula sudah sekian pekan tidak berolahraga. Mungkin perlu
perbaikan jadwal agar semuanya terbenahi dgn baik.

Dan akhirnya di awal pekan ini, sudah terasa sembuh, tinggal sedikit
batuk2 saja. Demam & lemas sudah tidak lagi. Semoga Allah
memberikanku kesembuhan total. Amin.

Alhamdulillah, tugas2 sudah dilaksanakan tepat jadwal.

Dan
teringat pada pak Dirman yg begitu bersemangat berjuang bekerja tak
terhalangi oleh kesehatannya. Betapa jiwa manusia dapat terbentuk
seperti itu? Saya sadar, saya belum sampai seperti itu. Saya harus
banyak belajar dari semuanya, dari semua ruang dan waktu yg
diberikanNya.

"…Jangan ada di antara kita yang mempunyai sifat menyerah…"
(PB Soedirman, Pidato Komando, 7Juni ‘47)

http://www.indomedia.com/intisari/2000/oktober/soedirman-10.htm.

Dalam Diriku

August 31st, 2005 by huget

Pada pagi hari 14 Agustus 2005 05:31 WIB, temanku mengirimkan suatu puisi lewat SMS:

dalam diriku mengalirsungai panjang
darah namanya
dalam diriku menggenang telaga darah
sukma namanya
dalam diriku meriak gelombang sukma
hidup namanya!
dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya
(Dalam Diriku, Sapardi Djoko Damono)

Beberapa saat kemudian setelah tersadar dari bantal , saya pun menjawabnya :

Diriku dalam2 mnguap dalam pagi gelap semalam terlelap.
Tegap sigap mnghadap hidup lalui kelam mnuju terang dalam gegap.
(Dalam diriku,  Tgh Sudibyantoro)

Dan kemudian muncul lagi pesan singkat dari temanku itu pada 06:01 WIB :

He3..:D(dalam
diriku ada tawa trkikik pd pagi  mmbca puisi yg mnghmpiri diiringi
instrumntal yanni)td itu ngetes hp aktif/ga.smsku k XL smlm kok ga da
report..

Untuk temanku, terima kasih telah mengirimkan puisi2 yg dapat menggugah jiwa. Dan mendorong untuk membuat yg lainnya. Yah hitung2 bermain otak kanan dalam istirahat.

Ke Bandung, akhir pekan kemarin.

June 27th, 2005 by huget

Macet.
3 jam dari tol dalam kota Jakarta ke Cileunyi Bandung. Baru saja bayar tol keluar Pasteur, sudah dihadapkan dgn kemacetan. Bahkan ketika pulang, ketika baru saja Fly-over dibuka, Fly-over itu sudah macet, dipenuhi mobil2 yang ke arah tol Pasteur.

Waktu tempuh Jkt Bdg yg semakin pendek malah lebih memicu orang2 Jkt memadati Bdg. Hmm kalau ingin menikmati Bdg lebih pada ketenangan dan sejenisnya, lebih baik di hari2 non libur sepertinya.


Flu & Jalan2
.
Ketika ditawari ke Bdg akhir pekan, Jum’at sore sudah sedikit terasa lelah yg tidak biasa. Tetapi dipikir2 kalau di rumah saja ya tidak ada yg dilihat, apalagi jarang2 ke Bdg. Dan Jum’at malam sudah mulai bersin2, but the army goes rolling along . Kan kalo pun jadi parah, masih ada kesempatan pulang ke rumah. Dan untungnya ikut mobilnya teman sehingga bisa istirahat selama perjalanan. Walau pun tidak seenak tidur di rumah, setidaknya cukuplah.

Menginap di tempat teman di daerah Taman Hewan. Udara yg cukup lebih segar & sejuk dibanding Jakarta, jalan2, ngobrol dgn teman2, ke Salman, sepertinya membantu pulihnya kesehatan. Dan akhirnya ketika kembali ke Jakarta sudah sangat lebih baik.

Wah2, sepertinya untuk sakit Flu, selain istirahat tidur di rumah, ada opsi lain yg lebih menyenangkan.

Kepercayaan.
Ketemu teman Elektro, bincang2 tentang instrumentasi yg telah mereka desain & buat. Prospek, halangan, dan lain2. Salah satunya adalah pencurian ide mereka. Mereka semakin berhati2 walau pun dgn teman sekalipun. Tentunya teman menurut definisi mereka.

Ketika ngoprek komputer, Budhi Kelautan [hehehe, sebutan untuk membedakan dgn Budhi yg lain] pun bercerita bagaimana janji2 pembayaran untuk komputernya sampai saat ini tidak jelas. Karena yg melakukannya adalah teman dekat Budhi [definisi teman ini menurut Budhi] sehingga menimbulkan trauma bagi Budhi. Menimbulkan ketidakpercayaan kepada teman2 dekatnya yg lain.

Memang kepercayaan itu mahal harganya. Dan berhati2lah. Sahabat muncul pun salah satunya adalah karena adanya kepercayaan. Semoga kita bisa mendapat dan menjaga sahabat2 lebih banyak & lebih baik lagi.

Do you know where you are going to?

Berbincang dgn teman Elektro. Kakaknya ternyata menjadi dosen di ITB dan tahun ini sepertinya akan menyelesaikan S3 di luar negeri. Kenapa kamu ga meneruskan sekolah seperti kakakmu? Ternyata, antara lain, sangat banyak yg meneruskan sekolah tetapi ilmunya kemudian tidak terpakai. Teman2 [misalnya si Arief W] dulu jadi peneliti, ide2 & hasilnya bisa menjadi "state of the art" lho, tetapi dgn penghargaan yg kecil, salah satunya adalah gaji, cuma sekian ratus ribu saja, hari gini!. Sehingga sebagian teman2 yg tidak puas dgn perbandingan potensi, usaha & hasil, mengambil keputusan lain.

Pengajian tafsir surah Al Balad kemarin, tentang ayat "aqobah" [jalan mendaki lagi sukar] yg menyimpulkan bahwa Allah akan memberikan sesuai dgn yg diusahakan. Kalau mau yg lebih tinggi, ya usahanya atau keputusannya juga harus lebih baik, jangan maunya tinggi tetapi menyerah pada keadaan.

Now looking back at all we’ve planned
We let so many dreams
Just slip through our hands
Why must we wait so long?
Before we see
How sad the answers
To those questions can be

Do you know where you’re going to?
Do you like the things that life’s been showing you
Where are you going to?
Do you know…?

Do you get
What you’re hoping for
When you look behind you
There’s no open door
What are you hoping for?
Do you know…?

Once we were standing still in time
Chasing the fantasies
That filled our minds
You knew how I loved you
But my spirit was free
Laughin’ at the questions
That you once asked of me

Artist: Diana Ross / Mariah Carey
Song: Do You Know Where You’re Going To? - Theme From Mahogany
I like it from when I was child!

Banzai !

Sajak WS Rendra

June 16th, 2005 by huget
Seringkali kau berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titpan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
 
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
 
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini
?
<!–
D(["mb","Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan \r\nmilikku ?

\r\n

Mengapa hatiku justru terasa berat,

\r\n

ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya \r\n?

\r\n

\r\n

Ketika semua itu diminta kembali,

\r\n

kusebut itu sebagai musibah,

\r\n

kusebut itu sebagai ujian,

\r\n

kusebut itu sebagai petaka,

\r\n

kusebut dengan panggilan apa saja,

\r\n

untuk melukiskan bahwa itu derita.

\r\n

\r\n

Ketika aku berdoa,

\r\n

kuminta titipan yang cocok dengan hawa \r\nnafsuku,

\r\n

aku ingin lebih banyak harta,

\r\n

ingin lebih banyak mobil,

\r\n

lebih banyak rumah,

\r\n

lebih banyak popularitas,

\r\n

dan kutolak sakit,

\r\n

kutolak kemiskinan

\r\n

\r\n

Seolah........

\r\n

semua "derita" adalah hukuman bagiku.

\r\n

\r\n

Seolah.....

\r\n

keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti \r\nmatematika.

\r\n

\r\n

aku rajin beribadah,

\r\n

maka selayaknyalah derita menjauh \r\ndariku,

\r\n

",1]
);

//–>Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan
milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya
?
 
Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja,
untuk melukiskan bahwa itu derita.
 
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa
nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan
 
Seolah……..
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
 
Seolah…..
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika.
 
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh
dariku,
<!–
D(["mb","dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

\r\n

\r\n

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,

\r\n

dan bukan Kekasih...

\r\n

\r\n

Kuminta Dia membalas "perlakuan \r\nbaikku"

\r\n

dan menolak keputusanNya yang tak sesuai \r\nkeinginanku.

\r\n

\r\n

Gusti......,

\r\n

padahal tiap hari kuucapkan,

\r\n

hidup dan matiku hanyalah untuk \r\nberibadah.....

\r\n

\r\n

Ketika langit dan bumi bersatu,

\r\n

bencana dan keberuntungan tidak ada \r\nbedanya.

\r\n

\r\n

(WS Rendra)

\r\n

\r\n

+++

\r\n

NEW!! Plasagroups experience ...

\r\n

\r\n\r\nUntuk berpartisipasi dana pada kegiatan KALAM SALMAN :
\r\n1.Bank Syariah Mandiri, no.: 009-0132660, a/n : Keluarga Alumni Masjid (Kalam) Salman ITB
\r\n2.Bank Mandiri, no.:103-00-0409579-6, a/n : Pariatmono
\r\n3.BCA, no.: 0281731130, a/n : Pariatmono
\r\nMohon kirim sms ke 0812 907 9532 setelah transfer..
\r\n
",1]
);

//–>dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

 
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih…
 
Kuminta Dia membalas "perlakuan
baikku"
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai
keinginanku.
 
Gusti……,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah…..
 
Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan tidak ada
bedanya.
 
(WS Rendra)
[kalam_salman] Fw: [PENGURUS] Sajak WS Rendra

Begitu ku pelajari kalimat-kalimatNya…
Dengan panduan yg sebenarnya…
Maka, mulai lah qalbuku terbuka…
Terhadap matematikaNya…
Terhadap fisikaNya…
Terhadap semuanya dariNya…
=Huge T=

Selamat hari kebangkitan nasional!

May 20th, 2005 by huget

Selamat hari kebangkitan nasional! 20-05-2005. Angka yg cantique. :D Mudah2an kita bisa tetap bangkit dan bangkit!
Amin.

May 13th, 2005 by huget

Have a nice friday the thirteen.

Mutiara di tengah laut kehidupan

May 3rd, 2005 by huget

Pada suatu ketika, dalam perjalanan.
Kutemukan mutiara nun di sana. Menawan hati.
Tapi apa daya kapalku belum mampu merapat sehingga tak dapat mengambilnya seketika itu jua.
Hanya dapat kupandangi dari jauh. Belum bisa kuperbuat apa-apa.

Suatu ketika, mutiara itu mulai menjauh.
Dan sepertinya ku tak sanggup berbuat apa2.
Kapalku belum juga bisa merapat.
Ku termenung dan termangu-mangu.

Melihat ke dalam diri sendiri.

Ku berusaha selalu berdiri tegap, sehat & bagus dilihat.
Kuolah ragaku agar sehat & mampu berbuat lebih.
Tapi sepertinya itu belum cukup, mutiara?

Walau wajahku tidak sebagus artis-artis terkenal, ku tetap coba perhatikan.
Bersaing dgn Mandra pun aku berani. Hehehe.
Tapi sepertinya itu belum cukup, mutiara?

Ku berusaha bersikap yg terbaik.
Hangat, dekat, membangkitkan jiwa, baik diri dan yg lain.
Tetapi sepertinya itu belum cukup, mutiara?

Ku berusaha menggapai pendidikan yg terbaik yg ada di negeri ini.
Agar ku bisa berkumpul dgn yg terbaik & mendapatkan yg terbaik.
Tetapi sepertinya itu belum cukup, mutiara?

Ku berusaha berpikir jauh & terbaik.
Menggapai filosofi terdalam & tertinggi mengenai kehidupan ini, Tuhan, dan segalanya.
Walau sepertinya sudah cukup melampaui yg lain, tetap sepertinya belum cukup, mutiara?

Ku coba terapkan yg terbaik dalam hidup yg cuma sekali.
Menggapai yg terbaik yg bisa dilakukan di dunia ini, yg sepertinya jarang dilalui yg lain.
Tetapi tetap sepertinya belum cukup, mutiara?

Dan mutiara itu tidak mendekat, bahkan makin menjauh, lamat-lamat.

Kapalku tak jua mampu merapat.

Sedih? Sangat memang. Kecewa? Tidak perlu itu.
Karena setiapnya punya hak bergerak.

Terima kasih mutiara.
Karena telah melintas dalam hidupku.
Walau seperti komet Halley, hanya setiap 76 tahun sekali.
Walau bahkan seperti gerhana matahari total di suatu tempat, yang cuma sekian ratus tahun sekali.
Sekali dalam hidup ini.
Tapi setidaknya, telah kulihat keindahan.
Yang telah Tuhan ceritakan.
Dan telah Tuhan hamparkan.
Di dunia yg Ia ciptakan, sungguh mengesankan.

Wahai Kapten! Arahkan kami!
Wahai juru-juru mesin! Juru-mudi, kelasi!
Siapkan diri & tegarkan hati!
Kita siapkan kapal ini.
Siap & sanggup menuju harapan & cita-cita yg jauh, melampui.
Siap & sanggup pula untuk merapat, sehingga tidak ada mutiara lain yg terlewat, lagi.

Tapi Kapten, adakah mutiara yg mau bersama kita?
Melalui ombak & badai?
Memberi dukungan tak hingga?

Ataukah memang mutiara hanya mau berletakdiri dalam kerang nan nyaman mengkilau?

Tapi kesenyapan qalbu sebenarnya telah menjawab.

Berlayar, Kapten?
Temukan mutiara itu?
Aye!

= May day =
  03.05.2005
    Huge T
  Jayakarta
   Selatan

When there’s a journey to follow the star
When there’s an ocean to sail to far
And for the broken hearts there is the sky
And for tomorrow are those who can Fly

When there’s a shadow near, reach for the sun
When there is loving here, look for the one
And for the promises, there is the sky
And for the heavens are those who can fly
[Only If - Enya]

Said sail, Captain?