Globalisasi Versi 3.0

   
Pada securitysummit2005 di Hotel Shangri-La, Jakarta, 13 - 14 Desember 2005. Keynote speaker adalah pak Budi Rahardjo,
dosen di kampus. Dan ada banyak hal menarik, salah satunya adalah
tentang Globalisasi. Di awal perkenalan dalam materi presentasinya ada
kata "Budi Rahardjo, version 3.0", nah apa itu version 3.0? Ternyata
itu  diambil dari teori Globalisasi menurut Thomas L. Friedman dalam bukunya "The World Is Flat: A Brief History Of The Twenty-first Century (2005)".


Globalization 1.0
(1492 to 1800 AD) which was driven by countries and muscles.
Globalization 2.0 (1800 to 2000 AD) which was driven by multinational companies and came in two parts, the first marked by "falling transportation costs," and the second by "falling telecommunication costs".

Globalization 3.0
(years beginning in 2000) which will be marked by the empowerment of individuals.

Dalam terjemahannya pak Budi:
Globalisasi 1.0 dimulai ketika
jaman penjajahan (kolonialisme) dahulu. Pada jaman itu beruntunglah
seseorang yang menjadi warga negara besar (negara penjajah? seperti
Inggris, Belanda, Spanyol, dan seterusnya). Rugilah individu yang
menjadi warga negara yang dijajah seperti Indonesia. Kemakmuran
seseorang ditentukan oleh kewarganegaraannya. Itulah sebabnya orang
berbondong-bondong ingin menjadi warga negara dari negara besar
tersebut.

Globalisasi 2.0
terjadi karena adanya industri dan bisnis. Peta kesuksesan berubah
dengan munculnya perusahaan besar (multinational companies). Tidak
penting lagi warga negara seseorang. Anda boleh menjadi warga negara
Nigeria, Indonesia, India, Inggris, atau Amerika, yang penting adalah
Anda menjadi bagian dari perusahaan besar seperti IBM, General Electric
(GE), Schlumberger, dan seterusnya. Rugilah orang yang menjadi pegawai
negeri (PNS). Ha ha ha. Maka berbondong-bondonglah orang ingin bekerja
di perusahaan multinasional ini.

Globalisasi 3.0
tidak lagi mementingkan kewarganegaraan ataupun perusahaan besar. Anda
adalah diri Anda sendiri. Globalisasi 3.0 dimungkinkan dengan adanya
teknologi informasi (seperti adanya Internet) yang memberdayakan
individu-individu. Bisnis, usaha, karya, dan layanan dapat Anda lakukan
dari rumah Anda. Anda tidak perlu menjadi warga negara dari sebuah
negara tertentu ataupun menjadi pegawai dari perusahaan besar. Anda
dapat sukses dengan menjadi diri Anda sendiri.

Nah, siapkah kita untuk mengikuti globalisasi 3.0 ini?
—– end quote of Mr Budi Rahardjo —

Potensi Diri
Manusia memang tidak bisa terbang seperti burung dengan sayapnya.
Tetapi burung tidak bisa terbang seperti manusia, sampai ke ruang hampa
dan ke bulan.
Kalo bagi saya & teman2, manusia itu punya potensi yg sangat besar.
Sepertinya banyak masalah yg sebenarnya bisa diatasi, dan itu
sebenarnya bisa jadi cuma masalah kemauan, motivasi, atau kejiwaan saja.

Masing2 pribadi bisa mempunyai potensi keunggulannya sendiri. Kalo kata seniro waktu OS HME, "Beda-beda jagonya, jago-jago semuanya".
Nah, sudah kah meng-upgrade diri anda menjadi versi 3.0 ?
Dan siap menjadi diri anda sendiri dalam menghadapi dunia ini?
Independensi?

Dependence, Independence, or  Interdependence?
In
"seven habits" :
The first three habits, Covey says, are habits of independence. They
will help you achieve a private victory of being more personally
effective and independent.

The remaining habits in The Seven Habits of Highly Effective People are habits of interdependence. Rather than being dependent upon other people, or trying to be totally independent, we learn how to be more effective by effectively working with others.

Covey writes: "Independent thinking alone is not suited to
interdependent reality. Independent people who do not have the maturity
to think and act interdependently may be good individual producers, but
they won’t be good leaders or team players. They’re not coming from the
paradigm of interdependence necessary to succeed in marriage, family,
or organizational reality."

From Richard Hoshino:
Dependence is the paradigm of you – you take care of me; you come through for me; you didn’t come through; I blame you for the results.
Independence is the paradigm of I – I can do it; I am responsible; I am self-reliant, I can choose.
Interdependence
is the paradigm of we – we can do it; we can cooperate; we can combine
our talents and abilities and create something greater together.
Dan itu baru "seven habits", belum soal "8th habit".
Dan ada hal yg menarik pada alamat Link ini .
Dan apa kesimpulan untuk masa depan? Baik anda sendiri dan dunia?


I think I need to upgrade to version X.0

Leave a Reply