Archive for June, 2005

Ke Bandung, akhir pekan kemarin.

Monday, June 27th, 2005

Macet.
3 jam dari tol dalam kota Jakarta ke Cileunyi Bandung. Baru saja bayar tol keluar Pasteur, sudah dihadapkan dgn kemacetan. Bahkan ketika pulang, ketika baru saja Fly-over dibuka, Fly-over itu sudah macet, dipenuhi mobil2 yang ke arah tol Pasteur.

Waktu tempuh Jkt Bdg yg semakin pendek malah lebih memicu orang2 Jkt memadati Bdg. Hmm kalau ingin menikmati Bdg lebih pada ketenangan dan sejenisnya, lebih baik di hari2 non libur sepertinya.


Flu & Jalan2
.
Ketika ditawari ke Bdg akhir pekan, Jum’at sore sudah sedikit terasa lelah yg tidak biasa. Tetapi dipikir2 kalau di rumah saja ya tidak ada yg dilihat, apalagi jarang2 ke Bdg. Dan Jum’at malam sudah mulai bersin2, but the army goes rolling along . Kan kalo pun jadi parah, masih ada kesempatan pulang ke rumah. Dan untungnya ikut mobilnya teman sehingga bisa istirahat selama perjalanan. Walau pun tidak seenak tidur di rumah, setidaknya cukuplah.

Menginap di tempat teman di daerah Taman Hewan. Udara yg cukup lebih segar & sejuk dibanding Jakarta, jalan2, ngobrol dgn teman2, ke Salman, sepertinya membantu pulihnya kesehatan. Dan akhirnya ketika kembali ke Jakarta sudah sangat lebih baik.

Wah2, sepertinya untuk sakit Flu, selain istirahat tidur di rumah, ada opsi lain yg lebih menyenangkan.

Kepercayaan.
Ketemu teman Elektro, bincang2 tentang instrumentasi yg telah mereka desain & buat. Prospek, halangan, dan lain2. Salah satunya adalah pencurian ide mereka. Mereka semakin berhati2 walau pun dgn teman sekalipun. Tentunya teman menurut definisi mereka.

Ketika ngoprek komputer, Budhi Kelautan [hehehe, sebutan untuk membedakan dgn Budhi yg lain] pun bercerita bagaimana janji2 pembayaran untuk komputernya sampai saat ini tidak jelas. Karena yg melakukannya adalah teman dekat Budhi [definisi teman ini menurut Budhi] sehingga menimbulkan trauma bagi Budhi. Menimbulkan ketidakpercayaan kepada teman2 dekatnya yg lain.

Memang kepercayaan itu mahal harganya. Dan berhati2lah. Sahabat muncul pun salah satunya adalah karena adanya kepercayaan. Semoga kita bisa mendapat dan menjaga sahabat2 lebih banyak & lebih baik lagi.

Do you know where you are going to?

Berbincang dgn teman Elektro. Kakaknya ternyata menjadi dosen di ITB dan tahun ini sepertinya akan menyelesaikan S3 di luar negeri. Kenapa kamu ga meneruskan sekolah seperti kakakmu? Ternyata, antara lain, sangat banyak yg meneruskan sekolah tetapi ilmunya kemudian tidak terpakai. Teman2 [misalnya si Arief W] dulu jadi peneliti, ide2 & hasilnya bisa menjadi "state of the art" lho, tetapi dgn penghargaan yg kecil, salah satunya adalah gaji, cuma sekian ratus ribu saja, hari gini!. Sehingga sebagian teman2 yg tidak puas dgn perbandingan potensi, usaha & hasil, mengambil keputusan lain.

Pengajian tafsir surah Al Balad kemarin, tentang ayat "aqobah" [jalan mendaki lagi sukar] yg menyimpulkan bahwa Allah akan memberikan sesuai dgn yg diusahakan. Kalau mau yg lebih tinggi, ya usahanya atau keputusannya juga harus lebih baik, jangan maunya tinggi tetapi menyerah pada keadaan.

Now looking back at all we’ve planned
We let so many dreams
Just slip through our hands
Why must we wait so long?
Before we see
How sad the answers
To those questions can be

Do you know where you’re going to?
Do you like the things that life’s been showing you
Where are you going to?
Do you know…?

Do you get
What you’re hoping for
When you look behind you
There’s no open door
What are you hoping for?
Do you know…?

Once we were standing still in time
Chasing the fantasies
That filled our minds
You knew how I loved you
But my spirit was free
Laughin’ at the questions
That you once asked of me

Artist: Diana Ross / Mariah Carey
Song: Do You Know Where You’re Going To? - Theme From Mahogany
I like it from when I was child!

Banzai !

Sajak WS Rendra

Thursday, June 16th, 2005
Seringkali kau berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titpan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
 
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
 
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini
?
<!–
D(["mb","Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan \r\nmilikku ?

\r\n

Mengapa hatiku justru terasa berat,

\r\n

ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya \r\n?

\r\n

\r\n

Ketika semua itu diminta kembali,

\r\n

kusebut itu sebagai musibah,

\r\n

kusebut itu sebagai ujian,

\r\n

kusebut itu sebagai petaka,

\r\n

kusebut dengan panggilan apa saja,

\r\n

untuk melukiskan bahwa itu derita.

\r\n

\r\n

Ketika aku berdoa,

\r\n

kuminta titipan yang cocok dengan hawa \r\nnafsuku,

\r\n

aku ingin lebih banyak harta,

\r\n

ingin lebih banyak mobil,

\r\n

lebih banyak rumah,

\r\n

lebih banyak popularitas,

\r\n

dan kutolak sakit,

\r\n

kutolak kemiskinan

\r\n

\r\n

Seolah........

\r\n

semua "derita" adalah hukuman bagiku.

\r\n

\r\n

Seolah.....

\r\n

keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti \r\nmatematika.

\r\n

\r\n

aku rajin beribadah,

\r\n

maka selayaknyalah derita menjauh \r\ndariku,

\r\n

",1]
);

//–>Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan
milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya
?
 
Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja,
untuk melukiskan bahwa itu derita.
 
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa
nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan
 
Seolah……..
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
 
Seolah…..
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika.
 
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh
dariku,
<!–
D(["mb","dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

\r\n

\r\n

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,

\r\n

dan bukan Kekasih...

\r\n

\r\n

Kuminta Dia membalas "perlakuan \r\nbaikku"

\r\n

dan menolak keputusanNya yang tak sesuai \r\nkeinginanku.

\r\n

\r\n

Gusti......,

\r\n

padahal tiap hari kuucapkan,

\r\n

hidup dan matiku hanyalah untuk \r\nberibadah.....

\r\n

\r\n

Ketika langit dan bumi bersatu,

\r\n

bencana dan keberuntungan tidak ada \r\nbedanya.

\r\n

\r\n

(WS Rendra)

\r\n

\r\n

+++

\r\n

NEW!! Plasagroups experience ...

\r\n

\r\n\r\nUntuk berpartisipasi dana pada kegiatan KALAM SALMAN :
\r\n1.Bank Syariah Mandiri, no.: 009-0132660, a/n : Keluarga Alumni Masjid (Kalam) Salman ITB
\r\n2.Bank Mandiri, no.:103-00-0409579-6, a/n : Pariatmono
\r\n3.BCA, no.: 0281731130, a/n : Pariatmono
\r\nMohon kirim sms ke 0812 907 9532 setelah transfer..
\r\n
",1]
);

//–>dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

 
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih…
 
Kuminta Dia membalas "perlakuan
baikku"
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai
keinginanku.
 
Gusti……,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah…..
 
Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan tidak ada
bedanya.
 
(WS Rendra)
[kalam_salman] Fw: [PENGURUS] Sajak WS Rendra

Begitu ku pelajari kalimat-kalimatNya…
Dengan panduan yg sebenarnya…
Maka, mulai lah qalbuku terbuka…
Terhadap matematikaNya…
Terhadap fisikaNya…
Terhadap semuanya dariNya…
=Huge T=